Pesan Buat Generator Akuakultur  

Finding Your Self !

Assalamu alaikum Wr Wb
Salam sejahtera bagi kita semua..

Adik-adikku angkatan 2005, 2006 dan 2007 yang kami cintai...
Hari ini,,,, adik-adik telah melewati sebuah proses pengkaderan. Setelah sebelumnya adik-adik mengikuti Arowana, CME dan diklat keprofesian. Semua itu memang melelahkan. Tapi kesemua proses yang kakak kalian buat itu tidak lain berawal dari sebuah “mimpi”. Mimpi bahwa adik-adik akan menjadi manusia yang seutuhnya. Karena hanya dengan mimpi serta keyakinan bisa membuat manusia berbeda dengan makhluk lain.
Mimpi kami tak lain adalah bagaimana adik-adik bisa berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang punya manfaat bagi orang dan lingkungan di sekitarnya. “Bukan Cuma seonggok daging yang hanya punya nama”. Janganlah adik-adik menjadi orang yang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan.
Sampai detik ini, di tempat ini,... kami selaku kakak-kakakmu pasti punya salah, baik itu disengaja ataupun tidak, kakak-kakakmu memohon maaf. Kemarahan, kejengkelan dan kedengkian kakak-kakak akan tingkah pola adik-adik selama ini sungguh abstrak bila hanya dilihat dari satu sisi. Sebab nyatanya, di hati kami... rasa cinta dan kasih dari lubuk hati kami yang terdalam hanya menginginkan adik-adik menjadi orang yang berguna bagi lembaga, jurusan, bangsa dan dunia tempat adik-adik berpijak. “perfecto presento by aquaculturo”
Di setiap pengkaderan, adik-adik telah diajarkan soft skill sebagai dasar adik-adik menjalani kehidupan adik-adik ke depan. Sebab, mudah mungkin bagi adik-adik untuk menjadi sarjana perikanan, menjadi pengusaha sukses, ataupun nantinya menjadi penentu kebijakan di negeri ini. Tapi sungguh untuk menjadi orang baik itu tidak mudah...(kami kira adik-adik bisa paham maksud “orang baik” disini).
Selanjutnya buat teman-teman dan dosen yang masih bersentuhan dengan mahasiswa Angkatan 2005,2006 dan 2007, kami titipkan adik-adik kami untuk dibina dan dibimbing agar mampu menemukan jati diri sehingga mampu mengembangkan minat dan bakat mereka untuk membangun perikanan. Sebab tak lama lagi sebagian dari kami akan sibuk dengan urusan penelitian untuk segera menyelesaikan tugas utama sebagai seorang mahasiswa alias sarjana. Oleh karena itu bagi adik-adik silahkan berjalan dan berproses sebaik mungkin. Karena sampai disinilah kemampuan kakak-kakakmu untuk membagi/memberikan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Ambil pengetahuan yang baik dan buang yang negatif. Gunakanlah pengetahuan itu sebagai senjata, dan kalau perlu diperbaharui dan ditambah agar pengetahuan adik lebih daripada kakak-kakakmu. Sebab peradaban manusia akan berkembang dan maju jika pengetahuan dan karya generasi sekarang melebihi generasi yang telah ada sebelumnya. Tapi ingat, pengetahuan bukan berarti membuat adik-adik menjadi orang yang sombong. Sebab sekali lagi... tidak mudah menjadi orang baik....
Hari ini matahari bercerita kepada dedaunan taman kampus yang rindang, kepada gedung kampus, juga kepada buku yang dibawa sang dosen, betapa selama ini sang dosen telah menjadikan seseorang bisa berjalan dalam dunia ilmu ke tingkat selanjutnya, membuatkan anak tangga pengetahuan ke setiap anak manusia yang dibimbingnya. Bagaimanapun sang dosen telah berbuat banyak dalam melestarikan ilmu pengetahuan, betapa sang dosen telah banyak menyentuh kehidupan di sekitarnya, dan betapa sedikit manusia yang mengetahuinya dan menghargainya. Untuk itu selain kritis demi perubahan di kampus ini, etika dan penghargaan adik-adik akan dosen tetap dijaga. Karena sedikit banyak, merekalah yang bakal mengantar adik-adik ke dalam dunia ilmu. “Terima kasih dosenku”.
Buat kanda-kanda yang telah meninggalkan kampus ini. Hari ini kader baru perikanan hadir lagi di bumi merah tamalanrea. Terima kasih atas jasa-jasa kanda kepada kami selama ini. Kami selaku kakak-kakanya yang masih hadir di tempat ini, masih yakin bahwa adik-adik kami siap menempuh dan menjalani tugas dan tanggung jawab mereka sebagai mahasiswa perikanan ke depan.
Last but not least.... selamat berjuang adik-adikku... di akhir pengkaderan ini. Kami sangat berharap adik-adik tidak sungkan untuk datang meminta bantuan bila ke depan adik-adik menemui kendala baik dalam akademik, kelembagaan ataupun pekerjaan.

Wassalam...
Salam Mahasiswa
Jayalah Kemapi.....
Jayalah Akuakultur...!

Best Regard
Kanda2mu..S.Pi

Read More...

Fishery Development Study  

MUQADDIMAH

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah perairan 75 % dari luas keseluruhan wilayahnya, menempatkannya pada posisi salah satu negara yang kaya dengan aset alam. Adanya konstribusi potensi perairan dalam memberi nafas perjalanan pembangunan Indonesia sampai saat ini, seyogyanya tidak membuat sektor perikanan menjadi second opinion tetapi justru menjadikannya Top Issue dalam setiap mengawali bahasan tema pembangunan dimana kesejahteraan bangsa sebagai titik akhirnya. Potensi-potensi tersebut ditandai dengan adanya gugusan pulau ( 17.508), panjang garis pantai 81.000 km beserta ribuan organisme yang bernilai ekonomis, ditambah lagi beberapa wilayah yang belum terjamah potensinya.

Besarnya potensi sumberdaya perairan kemudian menjadi ironis bilamana diperhadapkan pada ketidakmampuan mengangkat masyarakat perikanan yang masih kukuh sebagai bagian komunitas masyarakat termiskin, sementara komunitas inilah yang paling dekat dengan sumber vital tersebut. Pola kebijakan beserta perangkat-perangkatnya yang pernah diterapkan telah menjadi ikhtiar dari beberapa fase kepemimpinan bangsa Indonesia dalam menjawab persoalan ini, namun hasilnya belum dirasakan sebagian besar masyarakat pesisir. Tentunya untuk mencapai tujuan pembangunan perikanan meniscayakan pelibatan seluruh elemen bangsa dengan masing-masing fungsi dan peran dalam satu pola pengelolaan perikanan. Perspektif kita tentang kesejahteraan dan suatu pola pengelolaan ideal yang hanya mewakili dari kelompok, status, atau golongan tertentu kemudian dominan melekat pada sebuah kebijakan pembangunan sehingga justru menjauhkan masyarakat itu sendiri dari tujuan pembangunan perikanan.
Mengacu dari permasalahan ini dan dengan tetap berusaha mempertahankan fungsi dan peran mahasiswa, di tingkatan mahasiswa perikanan menganggap perlu menciptakan spirit baru dalam memandang dan mencari beberapa solusi (way out) melalui momen awal dimana ada penyatuan ruang dari peran dan fungsi pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat. Dari sisi internal kemahasiswaan dianggap perlu untuk meningkatkan kapasitas melalui pengetahuan dari institusinya agar lebih Humanis-aplikatif, sehingga langkah kongkrit dari bentuk penyikapan antara realitas masyarakat pesisir dengan kondisi kemahasiswaan adalah dalam bentuk Advance Training dengan analisis berbasis data pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai bagian masyarakat perikanan dengan segala kompleksitas permasalahan yang terjadi didalamnya.

TEMA KEGIATAN
Dengan berpijak pada landasan pikir, maka tema kegiatan ini adalah “Peran Mahasiswa Dalam Pengembangan Perikanan Melalui Penguatan Masyarakat Pesisir dan Pulau – Pulau kecil”

TUJUAN KEGIATAN
 Memilki perangkat analisa yang nantinya mampu mengidentifikasi dan menindaklanjuti masalah masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.
 Mengetahui realitas masyarakat pesisir dan pulau – pulau kecil
 Meningkatkan perangkat analisis mahasiswa terhadap masalah dengan berbasis data
 Meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan mengaktualkannya ke dalam realitas masyarakat pesisir
 Mampu menemukan sinergisitas arah kelembagaan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat pesisir

WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 – 14 mei 2005, bertempat di Field Marine Station Pulau Barrang Lompo.
PESERTA
Adapun peserta dari kegiatan ini adalah Mahasiswa Perikanan se-Indonesia.
ALUR PIKIR KEGIATAN
1. Materi Pengantar
 Tujuan : Memberikan pengetahuan awal kepada peserta seputar masalah perikanan.
 Model : Materi kelas (Ceramah dan diskusi)
 Ruang lingkup :
o Kultur masyarakat Pesisir dan Pulau-pulau kecil.
o Potensi sumberdaya perikanan (Pesisir dan Pulau –pulau kecil).
o Kebijakan pembangunan Perikanan (Pesisir dan Pulau-pulau kecil).
o Pengelolaan sumberdaya perikanan (Pesisir dan Pulau-pulau kecil).
o Peran kelembagaan masyarakat dalam pengembangan perikanan (Pesisir dan Pulau–pulau Kecil)
o Rencana strategi pemerintah dalam pengembangan perikanan
o Sengketa Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PPK)
2. Materi Kapasitas Kader.
 Tujuan : Memberikan perangkat – perangkat analisa bagi peserta dalam membedah persoalan perikanan.
 Model : Materi kelas (Pendekatan Partisipatif).
 Ruang Lingkup :
- Analisis kebijakan public. - Analisis Framing.
- Legal Drafting. - PRA/RRA.
- Analisis Konflik. - MPS (Manajemen Perencanaan Strategis).
3. Riset/penelitian.
 Tujuan : - Pengambilan data
- Mendekatkan mahasiswa perikanan dengan realitas masyarakat pesisir dan pulau – pulau kecil
 Model : Peserta ditempatkan di empat pulau yang berbeda, kemudian mengambil data – data yang diperlukan.
 Ruang lingkup : Mencakup semua materi pengantar serta materi kapasitas.

4. Pembuatan Rumusan.
 Tujuan : Membuat rancangan program solutif yang berbasis data/fakta yang diperoleh melalui pendekatan partisipatif
 Model : - Setiap peserta mempresentasikan data – data yang diperoleh.
- Membuat rumusan bersama melalui pendekatan Partisipatif.

5. Field Trip.
 Tujuan : Menambah wawasan kebaharian dan pengenalan dunia laut.
 Model : Penyelaman, snorkling, Keliling Pulau-Pulau Sengketa.

MATRIKS KEGIATAN
Terlampir (1)

SUMBER PENDANAAN
Dana kegiatan diperoleh dari Konstribusi peserta (Rp. 50.000/orang), sponsor, instansi-instansi serta usaha panitia yang tidak mengikat.

ANGGARAN KEGIATAN
PENUTUP
Demikianlah proposal ini kami buat atas segala partisipasi dan bantuannya kami ucapkan terima kasih, semoga pelatihan ini dapat mendukung pengembangan perikanan ke depannya.

Panitia Pelaksana
STUDY of FISHERY’S DEVELOPMENT (Fides)
Coastal and Isle

Muhammad Yunus
Ketua Panitia
Rhena Amalia K.
Sekretaris

Mengetahui,
BEM Perikanan UH
Periode 2004 -2005


A. Erwin Nurba
Presiden

Read More...