Mengenang Ramsis Unhas  

Ramsis Unhas RT I EFGH " Kultur Kampus Ada Disini"

Asrama mahasiswa RT I EFGH telah melahirkan banyak sarjana. Suka dan duka kehidupan mahasiswa dalam asrama tidak akan hilang dan akan menjadi sejarah tersendiri bagi mereka mahasiswa unhas yang pernah menetap dan mersakan pahit getirnya hidup di Ramsis. ”Kultur Kampus dimulai dari sini”, adalah slogan dan cita-cita luhur itu hilang bersamaan direnovasinya Ramsis di penghujung tahun 2006. Berikut sejarah Ramsis RT I EFGH. Semoga menjadi renungan dan nostalgia bagi saya dan anda sekalian yang pernah tinggal di RT I EFGH. ” Aku Cinta RT Ini !!!..”
Tahun 1989 merupakan tahun satu bagi asrama mahasiswa universitas hasanuddin (Ramsis Unhas), karena pada tahun inilah untuk pertama kalinya ramsis dihuni. Istilah Ramsis dicetuskan Prof DR Anwar Arifin yang pada waktu itu menjabat sebagai direktur asrama mahasiswa yang pertama juga salah satu pendiri Ramsis. Saat itu, hanya enam blok yang dihuni, yakni unit 1 (untuk putra) blok A,B,G,H. Sedang unit III (putri) hanya blok A dan B yang dihuni. Blok G dan H inilah yang nantinya akan berkembang menjadi RT I EFGH.
Pada awalnya warga blok G dan H ini banyak dihuni oleh mahasiswa program Pasca Sarjana, sehingga tidak heran jika pada saat itu roda penggerak untuk menciptakan kehidupan yang harmonis juga didominasi oleh mahasiswa program pasca sarjana. Sebut saja Godlief Ambrisus Gainau (Pak Bram), Sugiharto (Pak Yogi), Sakrani (Pak Roni) adalah beberapa nama yang turut ambil bagian dalam hal ini.
Dengan semakin bertambahnya jumlah mahasiswa yang berminat untuk tinggal di Ramsis, maka pada bulan maret 1990, Blok I E dan I F dibuka untuk dihuni. Untuk tingkat rumah tangga (RT) pada mulanya kepengurusan langsung ditangani oleh pengelola asrama. Format ini hanya berjalan selama dua periode saja (periode I diketuai oleh Rahman Adam dan periode II diketuai Syamsuddin Darra). Setelah terjadi pergolakan mengenai pengelolaan asrama tingkat RT dan berdasarkan Musyawarah Besar antara warga dengan pengelola, maka diputuskan bahwa tiap RT terdiri dari dua blok yang diketuai oleh satu orang dari pihak pengelola sedang wakilnya adalah warga asrama yang berada dalam RT itu. Walaupun demikian keadaan tetap berjalan kurang lancar karena sikap yang kurang aktif dari pengelola yang merupakan ketua RT. Tanggung tawabpun banyak dilimpahkan ke wakilnya.
Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, Kanda Agus Sugiarto (wakil ketua RT I EF) dan Dedi Karim (wakil ketua RT I GH) beserta kanda Ahmad Nur Harun Ar-Rasyd (wakil ketua Unit I) sepakat untuk menyatukan RT I EF dan RT I GH menjadi RT I EFGH. Pengelolaannya pun diambil alih baik interen maupun eksteren.
Dengan format kepengurusan yang baru ini, program-program asrama dapat berjalan lebih lancar. Sumbangan pemikiran dan partisipasi warga merupakan salah satu faktor yang paling mendukung jalannya roda kepengurusan. Banyak kegiatan positif tercipta seperti kerja sosial (kersos) yang dicetuskan sejak kepengurusan Kanda Jamaluddin AS Buamonabot. Kersos berlangsung hingga 14 kali dan dilaksanakan setiap tahun. Sampai pada akhirnya penghuni Ramsis RT I EFGH harus minggat dari rumah mereka karena direnovasi dibawah kepemimpinan Idrus A Paturusi sebagai Rektor Unhas.di tahun 2006. Sampai sekarang penghuni Ramsis terpecah-pecah dan tidak kembali lagi. Semangat ”kultur kampus” hilang bersama hilangnya para penghuni yang dulunya aktif sebagai warga di Ramsis RT I EFGH.
Mereka yang pernah memimpin Ramsis RT I EFGH; Rahman adam, Syamsuddin Darra, Syafaruddin, Ahmad Nur Harun, Agus Sugiarto, Jamaluddin AS Buamonabot, Kardiawan, Puguh, Tajuddin, Edymond, Ambong Intang, Amran SH, Muhammad Syukril, Ridwan Pramunto, Muhammad Syafril, Multazam, Wahyu (Tahun 2006).
Sumber : Buku PADAM ( Pengenalan Asrama dan Aktualisasi Mahasiswa 2004)
Bagi anda yang ingin bercerita lebih banyak tentang Ramsis silahkan ”Comment”

10 komentar: to “ Mengenang Ramsis Unhas