'The Notes' Catatan Seorang Facebooker  


Berawal dari mengetik email, masukin password lantas login.. seorang teman akhirnya melahirkan rangkaian tulisan. Malam ini kamis 10.19 wita aku mengetahui buku berjudul ‘the notes’ buah tangan Muhammad iqbal, rupanya telah terbit.

Penasaran seperti apa catatan harian seorang Muhammad iqbal. Iqbal menyebut dirinya facebooker. Namun tidak seperti facebooker yang hanya berpoker ria. Iqbal yang saat ini menempuh jenjang s2 di fakultas ekonomi UGM ternyata mampu melahirkan sebuah karya. Dari aktivitasnya sebagai seorang facebooker..!

Buku bersampul biru ini, semoga memberi hawa sejuk bagi para pembacanya. Seperti sejuknya warna biru lautan. Serta memberi pengetahuan dan pencerahan.

Saya hanya bisa melihat sampulnya. Melihat judul dan nama penulisnya. Itu saja sudah membuat saya bangga dengan teman saya ini.

Saya belum sempat mebaca isi ‘the notes’. Karena memang saya baru mengetahui kehadiran 'The notess' saat membaca wall facebook. Melihat rekam jejak si penulis. Saya yakin buku ini mampu memberikan pencerahan dan motivasi bagi yang membacanya.. Buku ini mungkin juga agak serius. Tapi saya yakin ada tawa jika membaca buku ini. Maklum, penulis the notes dimata saya adalah sosok yang super serius dan tentunya sedikit humoris. Pertanyaan yang muncul adalah.. adakah cerita cinta Opu Iqbal dalam the notes ? SAYA TIDAK SABAR INGIN MEMBACANYA..

Salam Sukses Opu..!!!

Read More...

Bismillah  


Bismillah..
jangan lupa mengucap bismillah..
setiap memulai sesuatu. berharap semoga
yang qta lakukan mendapat berkah dan ridho Allah..

Bismillah...
semoga keseharian kita dikasihi dan disayangi..
batu rintangan bukanlah halangan
tembok menjulang bukan penghadang

Bismillah....
semoga hari ini pekerjaan qta
tidak hanya menuai rupiah..
tapi juga pahala
buat bekal di hari akhir

Bismillahirrahmanirrahim

Read More...

Makassar Tuan Rumah Pesta Blogger 2009  

Kota Makassar akan menjadi tujuan pesta blogger 2009. Kota anging mammiri ini adalah kota ke enam setelah Malang, Semarang, Bandung, Balikpapan dan Samarinda. Setelah Makassar rencananya akan ada empat kota lagi yang akan menjadi tujuan pelaksanaan pesta blogger di tahun 2009 ini.
Pelaksanaan pesta blogger di Makassar menurut rencana akan dilangsungkan pada hari kamis, 27 agustus. Pesta berupa blogshop akan digelar di American Corner perpustakaan kampus Unhas tamalanrea. Pada blogshop ini, peserta akan diajari cara membuat blog. Untuk itu panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas seperti computer dan akses internet.
Berhubung peserta dibatasi hanya 40 orang saja, yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui email ke : paccarita_angingmammiri@yahoo.com. Selain blogshop, malamnya juga akan digelar tudang sipulung blogger. Bagi yang berminat dapat memastikan pelaksanaan pesta blogger di kota Makassar dengan menghubungi panitia di nomor kontak 0411-5474047 an. Nanie. Selamat berpesta ..!

Read More...

Entrepreneur is Transformer  

Bagaimana kita merubah sampah busuk menjadi emas ? pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan melakukan kerja keras. Tidak hanya berlindung di balik buku. Itulah tugas entrepreneur sejati yang ingin tetap eksis. Entrepeneurship atau wirausaha adalah sebuah prospek hidup yang cerah. Hal ini telah dibuktikan oleh H. Wayne Huizenga di amerika serikat. Huizenga menjadi milyuner dari usahanya mengangkut sampah di kota Amerika. Di Indonesia ada Hidayat, seorang pengusaha sukses dari bisnis sampah. Kini hidayat memiliki perusahaan bernama Mittran. Perusahaan yang mengubah sampah menjadi pupuk untuk pertanian. Huizenga dan Hidayat adalah contoh dari Transformer. Mengubah sesuatu yang menurut orang menjijikan menjadi “emas”.

Proses menjadi emas itu sangatlah panjang. Wirausahawan harus tahan banting dari bermacam rintangan. Hal tersebut bisa diatasi dengan seringnya kita membaca buku, mengikuti seminar, dan bergaul dengan para entrepreneur. Seorang entrepreneur harus tahu cara mengembangkan emosi dan aksi yang positif. Para entrepreneur juga mesti memiliki kemampuan komunikasi yang baik, semangat kerja tim, mau mengembangkan diri, keinginan memajukan usaha, dan kepemimpinan tentunya. Dan yang paling penting adalah berani untuk terjun langsung menjadi usahawan.

Kebanyakan dari masyarakat umumnya lebih memilih menjadi karyawan (PNS) ketimbang membuka lapangan kerja yang mandiri. Sehingga menjadi usaha sendiri. Begitupula halnya dengan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di negeri ini. Banyaknya sarjana yang dikeluarkan tidak mempunyai keberanian menempuh jalur sebagai seorang usahawan. Oleh karena itu, kampus-kampus sejak dini harus mengajarkan semangat wirausaha pada setiap mahasiswa. Sebab kewirausahaan berhubungan dengan skill yang lahir dari kebiasaan. Bukan semata dari teori di dalam kelas.

Mahasiswa harus dilatih untuk mengubah cara pikir, bahwa ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah senyatanya harus bisa diaplikasikan demi kemaslahatan masyarakat dan negara. Salah satu jalan adalah dengan menjadi entrepreneur. Tidak hanya itu, pemerintah selaku pengayom juga harus mampu memberikan dana untuk pengembangan bibit-bibit entrepreneur di negeri ini.

Read More...

Mahasiswa mesti “ jual diri ”  

Who am i ? Siapakah anda dan apa latar belakang ilmu anda. Terlepas dari disiplin ilmu apapun, anda sebagai seorang mahasiswa di era saat ini harus pintar menyikapi kesempatan untuk masuk ke dunia kerja dan masyarakat. Salah satunya adalah dengan membekali diri dengan jiwa wirausaha. " or be the technopreneur ".

Konsep wirausaha dan ilmu yang dipelajari harus disesuaikan. Ilmu dasar yang dimiliki harus diarahkan oleh universitas ke arah aplikasi. Ke bentuk yang namanya wirausaha. Tidak sebatas teori. Sebab teori di bangku kuliah tidaklah cukup, kendatipun kelak para mahasiswa akan bergelar insiyur.

Pembekalan di luar kelas seperti pendalaman materi aplikasi bisnis, bisnis manajemen, diskusi dan observasi dari para pemilik pengalaman bisnis jauh lebih penting. Jika tidak ingin melahirkan pengangguran dari dalam kampus. Sehingga pendidikan wirausaha kini semakin dibutuhkan mengingat semakin tingginya angka penggangguran setiap tahun di Indonesia.

Jumlah lulusan semakin banyak dan sayangnya tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang ada, sehingga yang dibutuhkan saat ini bukan lagi tenaga kerja tetapi para pembuat pekerjaan. Untuk membuat lapangan pekerjaan, sejak dini mahasiswa harus pintar-pintar mengawinkan ilmu yang mereka pelajari ke bentuk aplikasi produk.

Read More...