Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
'The Notes' Catatan Seorang Facebooker
Kamis, 12 Mei 2011
Berawal dari mengetik email, masukin password lantas login.. seorang teman akhirnya melahirkan rangkaian tulisan. Malam ini kamis 10.19 wita aku mengetahui buku berjudul ‘the notes’ buah tangan Muhammad iqbal, rupanya telah terbit.
Penasaran seperti apa catatan harian seorang Muhammad iqbal. Iqbal menyebut dirinya facebooker. Namun tidak seperti facebooker yang hanya berpoker ria. Iqbal yang saat ini menempuh jenjang s2 di fakultas ekonomi UGM ternyata mampu melahirkan sebuah karya. Dari aktivitasnya sebagai seorang facebooker..!
Buku bersampul biru ini, semoga memberi hawa sejuk bagi para pembacanya. Seperti sejuknya warna biru lautan. Serta memberi pengetahuan dan pencerahan.
Saya hanya bisa melihat sampulnya. Melihat judul dan nama penulisnya. Itu saja sudah membuat saya bangga dengan teman saya ini.
Saya belum sempat mebaca isi ‘the notes’. Karena memang saya baru mengetahui kehadiran 'The notess' saat membaca wall facebook. Melihat rekam jejak si penulis. Saya yakin buku ini mampu memberikan pencerahan dan motivasi bagi yang membacanya.. Buku ini mungkin juga agak serius. Tapi saya yakin ada tawa jika membaca buku ini. Maklum, penulis the notes dimata saya adalah sosok yang super serius dan tentunya sedikit humoris. Pertanyaan yang muncul adalah.. adakah cerita cinta Opu Iqbal dalam the notes ? SAYA TIDAK SABAR INGIN MEMBACANYA..
Salam Sukses Opu..!!!
Posted in buku by yunuz | 0 komentar
Sel Otak Anda
Jumat, 23 Mei 2008
Sel Otak Anda, Sejarah Pengetahuan Kita
Selama berabad-abad otak manusia dianggap sebagai seonggok benda kelabu dengan berat 1,75 kg yang tidak berstruktur, dan tidak berkarakter. Kemudian perdebatan dimulai. Dengan berkembangnya mikroskop, ditemukan bahwa lapisan luar otak yang berkerut-kerut jauh lebih kompleks daripada anggapan sebelumnya. Baru diketahui bahwa otak terdiri atas ribuan sungai darah kecil dan rumit yang menyebar ke seluruh otak, dan memberinya ”makan”
Selanjutnya muncul penemuan revolusioner yang mengungkapkan bahwa sepertinya otak terdiri atas ribuan titik kecil yang sifat dan fungsinya masih merupakan misteri untuk sementara waktu. Kemudian, ketika kekuatan mikroskop meningkat, ditemukan ada lebih banyak titik daripada yang dikira semula, dan setiap titik tampak memiliki perpanjangan-perpanjangan kecil yang menyebar darinya. Ini memunculkan perjalanan ilmiah panjang yang serupa dengan perjalanan panjang astronomi- ketika teleskop serta penemuan bintang, tata surya, galaksi, dan kumpulan galaksinya adalah kembaran dari mikroskop serta penelaahannya ke dalam semesta otak anda. (Hal 29)
Jumlah sel otak anda;
Dalam setengah abad pertama abad ke 20 ditemukan bahwa jumlah sel otak bukan saja beberapa juta- tetapi satu juta juta (1.000.000.000.000)! 167 kali jumlah manusia di planet ini.(hal 30)
Keterampilan otak kiri dan otak kanan
Apa yang sebenarnya dimaksud dengan otak kiri dan otak kanan ? pada tahun 1950-an dan 1960-an, Prof Roger Sperry dan timnya melakukan beberapa percobaan yang luar biasa pada korteks serebral, bersamaan dengan Prof Robert Ornstein. Mereka meminta mahasiswa untuk melakukan berbagai tugas mental seperti melamun, menghitung, membaca, menggambar, berbicara, menulis, memberi warna berbagai bentuk, dan mendengarkan musik, sementara mereka mengukur gelombang otak mereka.
Hasilnya sungguh mengejutkan. Mereka mengamati bahwa, pada umumnya korteks serebral membagi tugas ke dalam dua kategori utama; tugas otak kiri dan otak kanan. Tugas otak kanan antara lain irama, kesadaran ruang, imajinasi, melamun, warna, dimensi, dan tugas-tugas yang membutuhkan kesadaran holistik atau gambaran keseluruhan, tugas-tugas otak kiri termasuk kata-kata, logika, angka, urutan, daftar, dan analisis.(Hal 48)
Untuk lebih jelasnya perihal kerja otak, dan bagaimana anda dapat membuat perubahan pada diri dan memotivasi orang lain. Bisa membaca buku ini..
Posted in buku by yunuz | 0 komentar
mestakung
Selasa, 11 September 2007
Mestakung, Jangan Setengah-Setengah
Saya teringat kala berumur sepuluh tahun. Asyiknya petak umpet sambil berlarian kejaran. Henggo, sebutan permainan yang begitu akrab pada anak seumur kami. Teman saya Joni setiap bermain henggo selalu saja sulit tertangkap. Dengan tubuh jangkung begitu mudah ia melesat loncat pagar rumah setinggi satu meter.
“ ini baru manusia, coba anjing yang kejar beta pasti beta bisa lompat pagar yang lebih tinggi”, sebutnya angkuh ketika tertangkap setelah harus dikepung beberapa orang anak.
Bagi orang awam, mungkin kemampuan joni dianggap wajar karena tubuhnya yang jangkung. Tapi Prof Yohanes Surya menyebut ini sebagai proses yang disebutnya dengan Mestakung (semesta mendukung). Pembina Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) ini sangat yakin akan keberadaan mestakung. Karena menurutnya kondisi kritis telah mendorong semua molekul untuk mengatur dirinya. Kasus Joni adalah contoh mestakung. Sebuah prinsip dasar pada fisika.
Sebagai ketua tim olimpiade fisika, buku mestakung karya prof Yohanes lebih banyak berkisah perihal kesuksesan tim Indonesia dalam meraih prestasi di tingkatan internasional dalam buku ini. Mengambil contoh Oki Gunawan. Saat melakukan eksperimen fisika dengan nitrogen cair, ia bingung bagaimana memanaskan kembali logam yang telah menjadi dingin akibat direndam dalam nitrogen cair. Akhirnya Oki mendapatkan ide memanaskan logam tersebut dengan menaruhnya di ketiak. Sungguh Kreatif!
Proses kreatif
Proses menggabungkan berbagai konsep merupakan proses dalam mestakung. Prosesnya sebagai berikut (hal. 30);
Ketika kita menghadapi suatu masalah, maka yang terjadi adalah otak mengumpulkan semua informasi yang telah didapat sebelumnya. Otak berusaha mencari apakah data-data yang telah diperoleh sebelumnya dapat menyelesaikan masalah ini. Semakin banyak pengalaman kita, maka semakin mudahlah menyelesaikan masalah tersebut. Terutama jika masalah itu memiliki kemiripan dengan masalah yang pernah dialami sebelumnya.
Namun, jika masalahnya baru sama sekali, maka otak mulai berpkir mencari solusi. Otak berada dalam kondisi kritis. Sel-sel otak mulai melakukan mestakung. Mereka bekerja bersama-sama mencoba menggabungkan berbagai informasi yang sudah dimiliki untuk menghasilkan solusi. Ketika orang berpikir sangat keras, mestakung semakin kuat. Lalu, suatu saat hasil gabungan dari informasi yang dimiliki sel-sel otak ini memberikan solusi yang diinginkan, terjadilah pencerahan. Tiba-tiba didapatkan ide cemerlang untuk menyelesaikan masalah.
Disebutkan buku ini fisikawan abad 19, Herman von Helmholtz, membagi terjadinya proses kreatif dalam tiga tahap: saturasi, inkubasi (pengeraman ide), dan iluminasi (pencerahan). Di tahap saturasi otak dipenuhi berbagai masukan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Kemudian di masa inkubasi, menurut psikoanalisis, aktivitas otak terus berlangsung tetapi hanya di alam bawah sadar. Masa inkubasi ini tidak perlu terlalu lama (tergantung pada persoalan yang dihadapi). Setelah inkubasi, barulah muncul ide kreatif yang memberikan pencerahan untuk pemecahan masalah tersebut.
Melalui proses kreatif, konon begitu menemukan jawaban dari pertanyaan seputar keaslian emas mahkota raja, Archimedes berteriak-teriak “eureka...eureka!” (saya sudah temukan !) di jalan raya tanpa mengenakan pakaian...
Dipertanyakan..
Ditengah kelinglungan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pendidikan nasional, prinsip mestakung hadir sebagai tawaran metode pembelajaran yang menurut prof yohanes mampu mengantarkan siswa indonesia meraih penghargaan tertinggi di tingkat olimpiade fisika internasional.
Tentang metode pembelajaran hafalan dan berbagai keruwetan karena beratnya kurikulum SD hingga SMA, prof Dr Soedijarto menyoroti eksesnya. Soedijarto menilai pendekatan yang dilakukan ilmuwan Yohanes Surya untuk mempersiapkan pelajar Indonesia meraih Nobel Prize 2020 dengan sistem “diperam”, perlu dipertanyakan (Humaniora Kompas hal. 14, 30/01/07).
Menurutnya hanya dengan “kebebasan, gairah, dan kegembiraan mencari”, Einstein, Isaac Newton, juga Thomas Alva Edison yang tak suka belajar itu justru dibimbing curiosity yang bersumber dari “bermain-main”.
Namun bagaimanapun untuk melahirkan pikiran kreatif dibutuhkan waktu. Apa yang diungkapkan prof Yohanes Surya dalam buku ini adalah suatu pencapaian yang membutuhkan perjuangan panjang.
Ketika kita melangkah, ditengah jalan kita akan melihat ombak dan kuatnya terpaan angin. Ketekunan akan merangsang Mestakung sehingga apapun yang menjadi tujuan kita, niscaya akan kita capai. Tekun sampai garis finis, jangan berhenti atau menyerah di tengah jalan. Mestakung ?!.. jangan setengah-setengah .. . Hingga.. “eureka.. !”
Muhammad Yunus
Data Buku :
- Judul : Mestakung Rahasia Sukses Juara Dunia Olimpiade Fisika
- Penulis : Prof Yohanes Surya, Ph.D
- Penerbit : Hikmah
- cetakan : I, november 2006
- Tebal : x + 175
Posted in buku by yunuz | 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)

