Mahasiswa mesti “ jual diri ”  

Who am i ? Siapakah anda dan apa latar belakang ilmu anda. Terlepas dari disiplin ilmu apapun, anda sebagai seorang mahasiswa di era saat ini harus pintar menyikapi kesempatan untuk masuk ke dunia kerja dan masyarakat. Salah satunya adalah dengan membekali diri dengan jiwa wirausaha. " or be the technopreneur ".

Konsep wirausaha dan ilmu yang dipelajari harus disesuaikan. Ilmu dasar yang dimiliki harus diarahkan oleh universitas ke arah aplikasi. Ke bentuk yang namanya wirausaha. Tidak sebatas teori. Sebab teori di bangku kuliah tidaklah cukup, kendatipun kelak para mahasiswa akan bergelar insiyur.

Pembekalan di luar kelas seperti pendalaman materi aplikasi bisnis, bisnis manajemen, diskusi dan observasi dari para pemilik pengalaman bisnis jauh lebih penting. Jika tidak ingin melahirkan pengangguran dari dalam kampus. Sehingga pendidikan wirausaha kini semakin dibutuhkan mengingat semakin tingginya angka penggangguran setiap tahun di Indonesia.

Jumlah lulusan semakin banyak dan sayangnya tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang ada, sehingga yang dibutuhkan saat ini bukan lagi tenaga kerja tetapi para pembuat pekerjaan. Untuk membuat lapangan pekerjaan, sejak dini mahasiswa harus pintar-pintar mengawinkan ilmu yang mereka pelajari ke bentuk aplikasi produk.

Read More...

Ayooo.., Membuat perusahaan di sekolah  

Sebagai seorang pelajar, apa salahnya kalau menyempatkan diri untuk membuat perusahaan di sekolah. Membentuk sebuah organisasi perusahaan yang terdiri dari direktur, manajer pemasaran, sampai penjualan laiknya perusahaan besar. Sehingga keinginan kita sebagai seorang pelajar sebagai wirausahawan dapat terfasilitasi.

Untuk membuat perusahaan sekolah bias dimulai dengan membentuk kelompok wirausaha yang terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa. Setelah itu mulailah dengan merancang produk. Membuat promosi, hingga menjualnya di pasaran.

Untuk member nama pada produk anda, buatlah nama seunik mungkin. Misalnya “sate jin” ato “es malaikat”. He he he.. tujuannya adalah agar teman anda tertarik untuk mau mencoba. Jika rasanya muantappp, percayalah produk anda akan laris manisss ! Selain makanan, Anda juga bias membuat produk seperti sepatu lukis warna-warni, tas tali, kerajinan batik, sampai anting-anting dan pin. Terserah minat dan kreasi yang anda minati. Karena lingkupnya masih di sekitar sekolah, ciptakanlah produk yang dekat dengan kebutuhan guru atau siswa-siswa. Produk, modal dan pasar. Ketiga hal itu harus menjadi pegangan awal dalam membuat perusahan. Jika produk perusahaan anda ingin menembus pasar luar sekolah. Anda bisa ikut serta dalam pameran-pameran. Mempromosikan produk unggulan yang anda miliki.

Menjalankan perusahaan sama halnya dengan menjalankan sebuah organisasi di sekolah. Jangan jadikan aktivitas perusahaan anda sampai menggganggu aktivitas belajar anda. Sebaliknya dengan membuat perusahaan dalam sekolah, anda bias memetik banyak pelajaran. Utamanya pandangan tentang hidup mandiri. Anda akan terbiasa belajar menentukan sikap dan membuat keputusan sendiri atas sebuah rencana juga permasalahan.

Selain manfaat di atas, kemampuan individu anda juga akan terus meningkat. Seperti semangat berusaha, keberanian menentukan sikap dan mengambil keputusan, serta pandangan ke depan sebagai calon wirausahawan.


Terlepas dari itu semua, hal yan juga penting adalah adanya kemauan dan semangat, serta semangat terus belajar. Selamat mencoba..!

Read More...

Tidak Ada Pengusaha Langsung Menjadi Besar  

Tidak ada pengusaha yang langsung menjadi besar kecuali “pewaris”. Untuk itu bagi teman-teman yang ingin menjadi pengusaha, tidak perlu malu untuk menjadi pengusaha kecil, karena semua pernah menjalaninya. Tidak perlu khawatir masalah modal, yang terpenting adalah “ide”. Sebab menjadi pengusaha adalah menjual ide, nanti ide yang akan mendatangkan modal. Dengan 3 Prinsip untuk memenangkan persaingan yakni ;Lebih Cepat, Lebih Baik dan lebih Murah. Itu kuncinya untuk bisa memenangkan persaingan. Di mana pun di dunia ini.

Nah untuk menjadi pengusaha, kuncinya cuman dua, berani memulai dan berani mengambil resiko. Seseorang yang ingin bisa berenang kalau hanya membaca teori tentang berat massa dan berat jenis, tidak akan bisa mengapung tanpa mencoba menceburkan diri ke kolam. Mungkin awalnya mulai dari pinggir dulu, sering minum air karena kelelap, tapi percayalah nanti juga akan bisa. Begitu kira-kira untuk menjadi pengusaha, kalau hanya baca buku tentang teori ekonomi dan entrepreurship tanpa berani memulai maka jangan harap bisa menjadi pengusaha. Harus berani memulai itu kuncinya. Jangan harap bisa mengendarai sepeda kalau takut jatuh.

Menjadi pengusaha juga harus punya banyak akal. Itulah sebabnya kenapa saya lebih suka disebut sebagai saudagar daripada pengusaha. Karena saudagar yang berasal dari bahasa sansekerta memiliki makna seribu akal. Dalam artian seorang pengusaha harus berani melakukan Inovasi dan memberikan nilai tambah. Saya teringat dengan perkataan Pak Habibie beberapa waktu lampau bahwa 1 Ton besi akan beda nilainya apabila ia dibentuk menjadi pesawat daripada menjadi mobil. Meski menurut saya hal tersebut tidak begitu tepat karena ternyata mobil Kijang Toyota yang dijual oleh NV. Hadji Kalla lebih laku daripada CN 250 yang dijual oleh PT. Dirgantara. Ini karena ia tidak menganut prinsip lebih murah. Sementara mobil Jepang lebih laku karena ia Lebih Baik, Lebih Cepar dan lebih Murah. Terlepas dari itu semua memberikan nilai tambah pada suatu produk adalah sesuatu yang penting. Harga 1 Kilo Kakao berbeda dengan harga 1 Kilo Silverqueen atau Tobleron. Oleh Jusuf Kalla

Read More...

Membangun Jiwa Usahawan  

Negara yang hebat sebab didukung oleh para pengusaha yang berpikiran maju. Peran pengusaha dalam sebuah negara tidak bisa dinafikan, sebab para pengusaha yang membayar pajak, membuka lapangan kerja kemudian berdampak pada kemajuan ekonomi suatu bangsa. Cina bisa maju itu karena didukung oleh para pengusaha.

Jika melihat Indonesia saat ini baru memiliki kurang lebih 400.000 Pengusaha atau 0,18 persen dari penduduk Indonesia. Padahal, untuk bisa maju secara ekonomi suatu negara membutuhkan minimal dua persen untuk dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, upaya menambah jumlah wirausaha harus jadi perhatian serius.

Saya dalam beberapa kesempatan selalu menyarankan agar para mahasiswa jika sebelum masuk kampus terlebih dahulu diperkenalkan dengan dunia kampus, maka sebelum keluar kampus ia terlebih dahulu diperkenalkan dengan dunia usaha. Kita mendatangkan para pengusaha lokal yang terbaik, untuk memberikan tips tentang bagaimana memulai usaha. Kita tidak perlu mendatangkan konglomerat untuk menjadi pembicara, karena mereka akan berbicara dengan sangat makro dan membuat para mahasiwa yang baru akan memulai usaha akan bingung. Cukup kita panggil pengusaha UKM saja, bagaimanapun para pengusaha besar semunya memulai dari UKM, tidak ada pengusaha yang langsung menjadi besar kecuali “pewaris”. Oleh Jusuf Kalla

Read More...

Konser “Kami Tidak Takut”  

Teror bom kembali terjadi di hotel Ritz Carlton dan hotel JW Marriot di kompleks mega kuningan jumat pagi 17 Juli lalu. Pasca peledakan hotel oleh martir tersebut, Indonesia menjadi pusat perhatian sekaligus merasakan bencana pasca ledakan.

Tamu asing dan WNI menjadi korban. Tim sepakbola tersohor Manchester United (MU) juga gagal bertandang ke Gelora Bung Karno. Kini polisi masih terus mencari otak dari semua insiden peledakan di bumi nusantara.

Sebagai bangsa indonesia, kita juga tidak harus terus bersedih dan terpuruk atas kondisi ini. Bangsa Indonesia harus bersatu padu melawan aksi terorisme di setiap sudut RT republik ini. Slank sebagai salah satu kelompok band ternama juga turut bersimpati dengan melakukan Konser Kami Tidak Takut (pada terorisme). Semoga sebagai perwakilan dan icon anak muda, Slank mampu memberikan inspirasi kepada segenap pemuda dan warga indonesia bahwa kami memang tidak takut. Dan tidak gentar akan serangan teroris. Teror harus dilawan. Jangan biarkan teror membuat kita lemah dan terpuruk sebagai bangsa. Sebab “kami tidak takut”. Indonesis bersatulah..!!!

Read More...