JANJI WISUDAWAN UNHAS  


SATU
KAMI LULUSAN UNIVERSITAS HASANUDDIN BERJANJI,
AKAN MENJUNJUNG TINGGI NORMA-NORMA ILMIAH
DALAM LAPANGAN KEAHLIAN KAMI MASING-MASING

DUA
KAMI LULUSAN UNIVERSITAS HASANUDDIN BERJANJI,
AKAN SENANTIASA SETIA DAN BERBAKTI PADA
ALMAMATER YANG KAMI CINTAI DAN AGUNGKAN,
UNIVERSITAS HASANUDDIN

TIGA
KAMI LULUSAN UNIVERSITAS HASANUDDIN BERJANJI,
AKAN MENGABDIKAN DIRI KEPADA MASYARAKAT,
BANGSA SERTA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
YANG BERLANDASKAN PANCASILA DAN
UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Read More...

Muhammad Yunus, S.Pi "Akhirnya Sarjana Mi..!"  

Senyum Para Sarjana Muda

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah swt. Sebab detik-detik perjuangan terakhir menuju pencapaian gelar sarjana akhirnya tercapai juga. Tanggal 25 juni 2008, saatnya bagi saya memakai kostum yang katanya kebanggaan para mahasiswa. Kostum hitam dengan topi segi lima alias toga, sebagai penanda bahwa sebentar lagi status mahasiswa sudah tidak lagi disandang. Kostum harapan oran tua yang telah bekerja keras membiayai pendidikan anaknya. Dikenakan saat rapat senat terbuka luar biasa Universitas Hasanuddin sebagai pertanda dan pengakuan bahwa sudah saatnya saya dan teman-teman dari fakultas lain mendapatkan hak untuk menyandang gelar sarjana. Dan sejak saat itu status mahasiswa berubah menjadi alumnus Universitas Hasanuddin Makassar. Sebuah gelar yang harus dipertanggungjawabkan pada masyarakat yang selama ini telah mensubsidi kami. Bentuknya bisa beragam, tergantung individu dan latar belakang pendidikan dari sarjana-sarjana yang ada dalam baruga Andi Pangerang Petta Rani saat itu. Perasaan haru biru dan tentunya bahagia tampak dari wajah-wajah para sarjana muda. Haru karena telah berhasil melalui proses panjang nan melelahkan menempuh pendidikan di Unhas. Bahagia karena akhirnya dapat selesai juga. Sebab tidak semua orang punya kesempatan untuk mendapatkan gelar sarjana. Dan berkesempatan menyelesaikan studinya di perguruan tinggi. Meski gelar sarjana bukanlah sebuah indikator menuju kesuksesan. “Welcome to the real world! “ Selamat datang di dunia nyata, kata teman saya melalui sms. Dalam hati saya, ”Yah.. dari dulu memang nyata bro..!! dunia ini. Teman lain berkata; semoga cepat dapat kerja dan menikah. ” iyah doakan dapat istri yang bisa membimbing dunia akherat bro..! Ups.. sebelum itu dapat kerja dulu kali yah..”. Wah.. wah...!!! berbagai ucapan teman-teman pada kesempatan kali ini, saya cuman bisa membalas dengan kalimat ”thanx bro !”. Di akhir ucapan selamat, masih ada ucapan; kapan traktiranya bro ? ditunggu nah. Uppsss.. Saya cuman bisa membalas; tunggu mi nanti undangannya, he he he....! yah untuk yang satu ini memang sudah menjadi tradisi, ungkapan syukur ketika seorang mahasiswa menyandang gelar sarjana. Bahagia karena telah berhasil menyelesaikan kuliah di Universitas. Meski ada juga mahasiswa yang tidak melaksanakan ritual seperti ini. Makan-makan dan kumpul bersama teman-teman seperjuangan. Baik yang masih betah di kampus maupun yang sudah bekerja. Semua bakal datang dan berkumpul untuk sebuah ungkapan kebahagiaan atas perjuangan selama ini. Selain makan-makan yang pertanyaannya kadang datang dari mahasiswa junior, ada juga pertanyaan serius dari teman seangkatan yang telah lebih dulu menyandang gelar sarjana. ”Jadi setelah ini apa rencana Yunuz ?”. Oh oh oh.. pertanyaan ini agak rumit juga dijawab, sebab hidup tidak bisa di tebak. Manusia cuman bisa berusaha, Allah lah yang menentukan. Namun bagi saya, cita-cita saya adalah ingin menjadi peneliti, kalau pun belum ada jalan ke sana, yah saya rencananya berusaha freelance sambil menunggu kesempatan itu tiba. Untuk saat ini, meminjam istilah teman saya yang sudah kerja di salah satu bank swasta; ”berusaha saja melempar mangga”. Mangga di lempar berkali-kali pasti ada salah satu yang jatuh menurut teman saya itu. Maksudnya yah,,, mencoba lah yunuz mengirim aplikasi lamaran ke berbagai perusahaan yang dirasa cocok. Siapa tahu ada salah satu perusahaan yang mau menerima. He he he...! bagus juga usulan teman saya ini. Mencoba keberuntungan dengan filosofi lempar mangga. Bisa dicoba..!!!

Namun yang lebih penting dari gelar sarjana adalah bagaimana seorang sarjana mempertanggungjawabkan gelar itu. Melaksanakan janji yang dibacakan pada setiap rapat senat terbuka luar biasa wisudawan Unhas. Seperti pada janji ketiga yang telah diucapkan lulusan; “ Kami Lulusan Universitas Hasanuddin Berjanji Akan Mengabdikan Diri Kepada Masyarakat, Bangsa Serta Negara Republik Indonesia Yang Berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”. Yah semoga saja…! Negeri ini butuh banyak darah pengorbanan serta pengabdian. Tidak cukup hanya dengan gelar sarjana. Harus ada demonstrasi karya yang nyata demi kemajuan peradaban bangsa.
Buat adik-adik ku yang masih bergelut dengan dunia kampus, teruslah belajar, galilah pengetahuan dan teruslah berkarya selagi masih di dalam kampus. Buat adik-adikku di himpunan budidaya perairan terima kasih spanduknya “ Asa bangsa tidak hanya di pundak para sarjana, tapi juga di pundak mahasiswa”. Teruslah kritis pada pengetahuan yang anda peroleh. Sebab bisa jadi ilmu yang diajarkan “Si Einstein” di dalam kelas sudah tidak relevan lagi dengan jamanmu. Bahkan bisa jadi Salah “Si Einstein”. Manusia memang tidak sempurna, namun wajib menuju kesempurnaan ‘Anggarda Paramita’. Kalo wisudawan punya ‘janji wisudawan’, anggaplah ini ‘pesan wisudawan’ buat adik-adiknya. He he he…. Fizh! Salam “perfecto presento by aquaculturo”.

Berusaha Berdiri
Di Atas Jati Diri
Dan Mengabdi
Untuk negeri...
Juga Keluarga...
Serta diri Sendiri...!

Best Regard;

Muhammad Yunus, S.Pi
Lulus tanggal 14 mei dihadapan lima penguji skripsi
dengan IPK 3,15 (Sangat memuaskan)
Wisuda tanggal 25 Juni 2008

Read More...

Hilangnya ATM 20 di Unhas  

Sebagai seorang mahasiswa, keberadaan anjungan tunai mandiri (ATM) sangat membantu saya untuk mengambil uang dengan cepat tanpa harus antri di depan teller BANK. Semenjak menjadi mahasiswa, saya sudah menjadi nasabah Bank BNI Cab. Makassar. Ketika uang di dompet sudah mulai menipis, ATM adalah salah satu pelarian agar bisa makan. Maklum saat saldo di tabungan saya masih tersdisa Rp 50.000, maka saya pun bisa menarik uang dengan nominal Rp 20.000 di atm kampus. Itu dulu, kini ATM BNI dengan pecahan Rp. 20.000 di Universitas Hasanuddin sudah tidak ada lagi. Entah apa alasannya, yang pasti ATM di samping gedung rektorat telah berubah dari pecahan 20 ribu menjadi pecahan 50 ribu rupiah untuk minimal sekali tarik. Begitu pula dengan ATM yang ada di pintu 2 Unhas. Jumlahnya ditambah agar tidak terjadi antrian panjang dari mahasiswa. Namun, nominalnya pun telah berubah menjadi pecahan Rp. 50 ribu dan Rp 100 ribu. Jadi bagi kami mahasiswa yang hanya memiliki saldo Rp. 50 ribu, maaf saja. Anda belum beruntung, karena tidak bisa lagi menarik uang dengan nominal 20 ribu rupiah.

Selain, di lingkungan kampus Unhas, ada juga ATM BNI terdekat yaitu di kampus STIMIK Dipanegara. Pecahannya juga Rp. 50.000. Yang paling jauh adalah di kompleks kantor PT. Bosowa depan kampus UMI. Lagi-lagi pecahannya Rp. 50.000 dan Rp. 100.000. Pihak BNI tampaknya, tidak peduli lagi dengan kondisi mahasiswa seperti saya. Padahal dengan kehadiran ATM dengan pecahan Rp. 20 ribu begitu membantu mahasiswa yang kirimannya terlambat datang. Tapi nasi sudah menjadi bubur, ATM 20 sudah hilang dari peredaran. Mahasiswa,, seperti saya berhemat saja. Atau memilih opsi terakhir, ”ngutang” ma teman atau warung tempat makan. Hiks hiks hiks...!

Dimana ATM 20 ?
Dimana ATM 20 saat ini, mungkin para nasabah bisa menanyakan pada pimpinan Bank BNI terdekat. Siapa tahu sudah dimuseumkan. Bisa kan dijadikan obyek sejarah bagi para pengguna setia ATM 20. Sebab dengan pecahan 20 ribu, mahasiswa seperti saya bisa hidup 2-3 hari di kos-kosan ataupun rumah kontrakan. Bahkan bisa sampai seminggu, kalo menunya supermi, indomie atawa mie sedap tiga kali sehari. Harganya kan, 1000 rupiah per bungkus untuk ”rasa kaldu ayam” (Rasanya ji...). Jadi sehari dihabiskan 3000 rupiah. Jadi seminggu dibutuhkan 21.000 rupiah. Yah berdasarkan hitung-hitungan di atas, 20 ribu rupiah bisalah digunakan untuk hidup selama seminggu dikurangi 1 kali makan (dikurangi 1000 rupiah). He he he.....

Read More...

who am i ?  


Asian Brain Internet Marketing Center
Hello Yunuz :-)

Terima kasih telah menyempatkan diri membaca setiap postingan saya diblog “Technopreneur” sebuah visi teknologi kerakyatan untuk kesejahteraan. Kali ini ada surat elektronik yang saya terima dari Asian Brain Internet Marketing Center. Di sini Asian Brain mencoba menilai saya, kira-kira saya termasuk dalam golongan apa jika menjadi technopreneur nantinya.
Bagi ’Asian Brain’ adalah penting untuk mengetahui tipe-tipe kepribadian pebisnis, agar kita bisa tahu apa yang kita butuhkan untuk sukses. Apakah Yunuz memiliki tipe yang sama dengan Bill Gates yang visioner atau improver seperti Anita Roddick, pendiri Body Shop? Baca saja, tipe-tipe kepribadian seorang pebisnis di bawah ini. Menurut anda Yunuz masuk kategori mana yah ???

9 Tipe Kepribadian Entrepreneur
Yang Manakah Tipe Kepribadian Yunuz?
1. The Improver.
Anda memiliki kepribadian ini jika Anda menjalankan bisnis dengan menonjolkan gaya improver alias ingin selalu memperbaiki. Anda menggunakan perusahaan Anda untuk memperbaiki dunia. Improver memiliki kemampuan yang kokoh dalam menjalankan bisnis. Mereka juga memiliki intergritas dan etika yang tinggi.
Personality Alert: Waspadai sifat Anda yang cenderung menjadi perfeksionis dan terlalu kritis terhadap karyawan dan pelanggan Anda. Contoh Entrepreneur: Anita Roddick, pendiri The Body Shop.

2. The Advisor.
Tipe kepribadian pebisnis seperti ini bersedia memberikan bantuan dan saran tingkat tinggi bagi para pelanggannya. Motto dari advisor ini yaitu pelanggan adalah benar dan kita harus melakukan apa saja untuk menyenangkan mereka.
Personality Alert: Seorang advisor bisa jadi terlalu focus pada kebutuhan bisnis mereka dan pelanggan, sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan
bisa-bisa malah cape hati sendiri. Contoh Entrepreneur: John W. Nordstrom, pendiri Nordstorm.

3. The Superstar.
Inilah bisnis yang pusatnya dikelilingi oleh karisma dan energi tinggi dari Sang CEO Superstar. Pebisnis dengan kepribadian seperti ini biasanya membangun bisnis mereka dengan personal brand mereka sendiri.
Personality Alert: Pebisnis dengan tipe ini bisa menjadi terlalu kompetitif dan workaholics.
Contoh Entrepreneur: Donald Trump, CEO Trump Hotels & Casino Resorts.

4. The Artist.
Kepribadian pebisnis seperti ini biasanya senang menyendiri tapi memiliki kreativitas yang tinggi. Mereka biasanya sering kali ditemukan di bisnis yang membutuhkan kreativitas seperti pada perusahaan agen periklanan, web design, dll.
Personality Alert: Pebisnis tipe ini bisa jadi terlalu sensitif terhadap respon pelanggan Anda, walaupun kritik dari mereka bersifat membangun. Contoh Entrepreneur: Scott Adams, pendiri dan penggagas Dilbert.

5. The Visionary.
Sebuah bisnis yang dibangun oleh seorang visioner biasanya berdasarkan visi masa depan dan pemikiran pendirinya. Anda memiliki keingintahuan yang tinggi untuk mengerti dunia di sekeliling Anda dan akan membuat rencana untuk menghindari segala macam rintangan.
Personality Alert: Seorang visioner bisa jadi terlalu focus pada mimpi mereka dan kurang berpijak pada realitas. Dan jangan lupa, menyertai visi Anda dengan melakukan tindakan
nyata. Contoh Entrepreneur: Bill Gates, pendiri MicroSoft Inc.

6. The Analyst.
Jika Anda menjalankan bisnis sebagai seorang analis, perusahaan Anda biasanya memfokuskan pada penyelesaian masalah dalam suatu cara sistematis. Seringkali berbasis pada ilmu pengetahuan, keahlian teknis atau komputer, seorang analis perusahaan biasanya hebat dalam memecahkan masalah.
Personality Alert: Hati-hati dengan kelumpuhan analisa. Bekerjalah dengan mempercayai orang lain. Contoh Entrepreneur: Gordon Moore, pendiri Intel.

7. The Fireball.
Sebuah bisnis yang dimiliki oleh si 'Bola Api' ini biasanya dioperasikan dengan penuh hidup, energi dan optimisme. Pelanggan merasa perusahaan Anda dijalankan dengan tingkah laku yang fun.
Personality Alert: Anda bisa jadi berkomitmen yang berlebihan terhadap tim Anda dan bertingkah laku terlalu impulsif. Seimbangkan keimpulsivan Anda dengan rencana
bisnis. Contoh Entrepreneur: Malcolm Forbes, penerbit dan pendiri Forbes Magazine.

8. The Hero.
Anda memiliki kemauan dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin dunia dan bisnis Anda melalui segala macam tantangan. Anda adalah inti dari kewirausahaaan dan bisa mengumpulkan banyak perusahaan besar.
Personality Alert: Terlalu mengumbar janji dan menggunakan taktik kekuatan penuh untuk mendapatkan sesuatu dengan cara Anda tidak akan berhasil dalam jangka waktu panjang. Untuk menjadi sukses, percayailah keterampilan kepemimpinan Anda
untuk menolong orang lain menemukan jalan mereka. Contoh Entrepreneur: Jack Welch, CEO GE.

9. The Healer.
Jika Anda adalah seorang 'penyembuh', Anda bersifat pengasuh dan penjaga keharmonisan dalam bisnis Anda. Anda memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa dan keteguhan disertai dengan ketenangan dari dalam.
Personality Alert: Karena sifat perhatian Anda dan kepenyembuhan Anda dalam menjalankan bisnis, Anda bisa jadi menghindari realitas di luar sana dan selalu terlalu
berharap. Gunakan skenario perencanaan untuk persiapan datangnya masalah. Contoh Entrepreneur: Ben Cohen, salah satu pendiri Ben & Jerry's Ice Cream.

Salam,
AsianBrain.com Support Team

PT. Asian Brain Internet Marketing Center
Jl. Bojong Sereh No. 668 Bandung 40376
Jawa Barat - INDONESIA

Tlp. (022) 5944-999, 5945-999, 5946-999
Fax (022) 5947-999 HP. 081.320.6888.98 (Asri, Asisten Ahira)

Read More...

Tears and Rain  



tears and rain
by; James Blunt

How I wish I could surrender my soul;
Shed the clothes that become my skin;
See the liar that burns within my needing.
How I wish I'd chosen darkness from cold.
How I wish I had screamed out loud,
Instead I've found no meaning.

I guess it's time I run far, far away; find comfort in pain,
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
Hides my true shape, like Dorian Gray.
I've heard what they say, but I'm not here for trouble.
It's more than just words: it's just tears and rain.

How I wish I could walk through the doors of my mind;
Hold memory close at hand,
Help me understand the years.
How I wish I could choose between Heaven and Hell.
How I wish I would save my soul.
I'm so cold from fear.

I guess it's time I run far, far away; find comfort in pain,
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
Hides my true shape, like Dorian Gray.
I've heard what they say, but I'm not here for trouble.
Far, far away; find comfort in pain.
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
It's more than just words: it's just tears and rain.

Read More...