I-STEP 2008  

Undangan buat para technopreneur muda:
Alumni Intensive - Student Technopreneurship Program yang terhormat,

Sehubungan dengan diselenggarakannya Student Technopreneurship Program tahun ke-3 yang akan diselenggarakan pada tanggal 31 Juli - 16 Agustus 2008 dengan ini kami mohon bantuan kepada alumni STEP untuk menyebarkan informasi program ini kepada rekan-rekan di kampus atau almamater. Informasi ini juga kami juga mengirimkan melalui pos.

Dalam attachment file kami kirimkan panduan penulisan proposal dan format proposal untuk memudahkan penulisan proposal.

Atas bantuannya kami ucapkan terimakasih.

Salam,
Endah Murniwati

RAMP IPB
Jl. Pajajaran 1 Bogor Kampus IPB Baranangsiang Pintu 3
Bogor - Jawa Barat 16144
Telp & Fax: +62 251 317386
Website : www.ramp-indonesia.org http://rampipb.multiply.com
Email : lramp@ipb.ac.id rampipb@yahoo.com

Read More...

Ujian Meja  

Ujian Meja, 3 jam di hadapan dosen penguji.

Pagi yang indah, rabu (14/05). Tibalah waktunya mempertanggungjawabkan pengetahuan selama kurang lebih 6 tahun saya menimba ilmu di jurusan perikanan. Jam 9.00 bertempat di ruang seminar jurusan perikanan Unhas Lt.2, saya akan memaparkan skripsi dengan judul penentuan kepadatan sel Nannochloropsis oculata menggunakan indikator monokrom. Berhadapan dengan 5 penguji dengan basic keahlian yang berbeda-beda “rasanya” grogi juga. Namun, saya tetap berusaha membangkitkan kepercayaan diri saya. Dalam hati saya berujar,”jangan pernah takut, pertanyaan pasti hanya seputar pengetahuan yang selama 5 tahun ini saya dapatkan”. Wah.. satu kosong. Secara mental saya sudah menang. Jadi ketika menghadapi pertanyaan penguji, saya bisa rileks dan tidak terbawa rasa penasaran akan tidak mampu menjawab pertanyaan para penguji. He he he...
”Alhamdulillah”, dihadapan kita telah hadir saudara Muhammad Yunus, dengan nomor stambuk L 221 02 045 program studi budidaya perairan Unhas. Demikian kata pengantar pembimbing utama saya mengantar sidang pleno ujian skripsi program studi Budidaya Perairan pagi itu (waktu menunjukkan 9.15. Sebelum dimulai, kami dari komisi pembimbing dan tim penguji ingin bertanya kepada saudara:” Apakah saudara Muhammad Yunus telah siap menghadapi Ujian Meja Hari ini?”, Tegas pembimbing utama. Insya Allah SIAP Pak, Jawabku. ”Baiklah, kalau anda siap”. Dengan membaca Basmalah sidang pleno ujian skripsi Mahasiswa atas nama Muhammad Yunus hari ini saya buka. Prak! ( sempat deg-degan tapi segera saya berusaha tenang). Baiklah saudara yunus, silahkan mempersentasikan skripsi anda di hadapan para pembimbing dan tim penguji selama 15 menit.
Setelah 15 menit berlalu, akhirnya sesi pertanyaan pun dimulai. Pertanyaan pertama dipersilahkan kepada dosen penguji dengan kompetensi nutrisi ikan. Selanjutnya, dosen ahli fisiologi ikan, dosen ahli kualitas air, dosen ahli bioteknologi dan yang terakhir dosen dengan kompetensi pakan alami. Wah.. lengkap sudah penguji hari ini. Selama 1 jam pertama berbagai pertanyaan kritis seputar skripsi saya alhamdulillan bisa juga saya jawab. Meski ada beberapa pertanyaan yang kurang memuaskan, namun segera diluruskan oleh dosen penguji. 2 jam berikutnya pertanyaan sudah mulai lepas liar dari Skripsi. Inilah ’Mungkin” yang disebut teman-teman dengan ujian Kompren/ujian negara atau apalah namanya. Yang jelas selama 2 jam begitu banyak pertanyaan mendasar sampai pertanyaan yang begitu rumit. Namun Alhamdulillah, trainining UM (Ujian Meja) bersama teman-teman sehari sebelumnya sangat membantu saya hari ini. Banyak pertanyaan dari mahasiswa yang kembali dipertanyakan oleh dosen penguji. Terima kasih teman-temanku, Irmawan Spi, Risal S.Pi , abdul gafur, akmal, sudariono, umar, citra, isma, uya, yayu (Indra gandhi ahmad). Anda telah begitu banyak membantu pra ujian Meja saya hari ini. Banyak pertanyaan yang kalian ajukan kala Training UM di perdos ternyata muncul di ujian meja hari ini. Lelah juga,,, memuaskan dosen dengan berusaha menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan kritisnya. Dan Alhamdulillah akhirnya, pertanyaan terakhir dari pembimbing utama.” jadi saudara Yunus, pertanyaan terakhir...dari saya. Bagaimana anda menghitung sel alga di lapangan?” setelah menjawab,,saya pun melihat waktu menunjukkan pukul 12.00, Alhamdulillah,,,3 jam berlalu dan akhirnya ujian hari ini selesai juga. Terakhir saya pun dinyatakan LULUS dan dipersilahkan memberikan kesan dan pesan buat kemajuan jurusan perikanan. setelah itu, sidang pleno pun ditutup. Terima kasih buat segenap penguji Ayahanda DR Ir Muh, Yusri Karim, Ibunda Ir Badraeni MP, Bapak DR Ir Edisson Saade, Ibunda DR Ir Elmi N Zainddin dan Ayah yang telah membimbing saya selama ini, Ir Irfan Ambas MSc, Terima kasih juga buat teman-temanku yang sedari tadi menunggu saya keluar dari ”ruang eksekusi” ini. Ha ha ha...! selamat..selamat....selamat...! ucapan itupun datang dari teman-teman. Karena dengan selesainya ujian meja hari ini, lepas sudah beban dan secara akademik syarat lulus minimal 144 Sks di jurusan perikanan akhirnya terpenuhi. Tinggal merampungkan skripsi dan menanti wisuda bersama teman-teman unhas dari Fakultas lain di Baruga AP Pettarani..Bersalaman dengan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. DR Dr Idrus A Paturusi SpBo. Amin..!

Tips Ujian Meja dari saya:
1. Kuasai penelitian anda.
2. Ingat dan pahami kembali setiap mata kuliah yang berhubungan dengan penelitian anda, dari yang kecil sampai yang rumit. Hal itu akan ditanyakan kepada anda.
3. Kenali dan perhatikan kompetensi dari masing-masing tim penguji. Dalami kemampuan mereka dengan mengingat saat mereka mengajar di kelas.
4. Sebelum maju di UM, undang teman-teman anda untuk menguji kemampuan anda. Karena banyak pertanyaan dari teman anda yang bisa muncul saat ujian meja.
5. Siapkan mental dengan meyakinkan diri anda, bahwa anda bisa menjawab semua pertanyaan dosen penguji. Biar tidak grogi dan down saat berhadapan dengan para prof ataupun doktor yang akan menguji anda.
6. Jangan lupa Berdo’a dan Selamat,,,! anda sudah menang satu kosong sebelum masuk berhadapan di depan para dosen penguji. Karena secara mental anda sudah siap.
7. Silahkan berekspresi di dalam ruangan. Anda pasti bisa !!!

Read More...

“Secchi Disc”, 26 tahun menanti diakui  

Apa Itu piringan Secchi ???
Secchi disk pertama kali ditemukan oleh Fr. Pietro Angelo Secchi, seorang ahli astrofisika. Saat ia diminta untuk mengukur transparansi perairan di laut mediterania oleh seorang Komandan (Letnan) Angkatan Laut Cialdy, pimpinan armada angkatan laut Papal. Ia pun memperkenalkan alat pengkuru kecerahan yang terbuat dari piringan dan diberi warna hitam dan putih. Secchi menggunakan piringan putih untuk mengukur kecerahan periaran mediterania pada bulan april tahun 1865. Kala itu, ukuran piringan yang digunakan untuk mengukur kecerahan perairan sangat bervariasi. Namun umumnya ukuran yang digunakan adalah piringan dengan ukuran dengan diameter 18 inchi. Dan dibuat menggunakan piringan metal dengan warna hitam dan putih.
Secchi disk digunakan untuk melihat seberapa jauh jarak (kedalaman) penglihatan seseorang ketika melihat ke dalam perairan. Caranya, piringan diturunkan ke dalam air secara perlahan menggunakan pengikat/tali sampai pengamat tidak melihat bayangan secchi. Saat bayangan pringan sudah tidak tampak, tali ditahan/ berhenti diturunkan. Selanjutnya secara perlahan piringan diangkat kembali sampai bayangannya tampak kembali. Kedalaman air dimana piringan tidak tampak dan tampak oleh penglihatan adalah pembacaan dari alat ini. Dengan kata lain, kedalaman kecerahan oleh pembacaan piringan secchi adalah penjumlahan kedalaman tampak dan kedalaman tidak tampak bayangan secchi dibagi dua.
Meskipun, piringan secchi sebagai alat ukur kecerahan perairan dalam mengukur transparansi air, perolehan datanya masih perkiraan, alat ini sering digunakan karena bentuk dan penggunaannya yang simpel. Meskipun saat itu ada alat lain yang lebih akurat dalam mengukur tingkat kecerahan perairan yaitu fotometer. Tapi alat itu tidak digunakan oleh departemen sumber daya alam Michigan di tahun 1974 (sekarang MDEQ). Selama lebih dari 26 tahun, informasi perihal kecerahan perairan yang menggunakan alat secchi disk dari beberapa danau yang diterima oleh departemen SDA Michigan, baru diserahkan ke Michigan Lake and Stream Associations, Inc. (ML&SA). Hal ini karena sebelumnya banyak yang tidak yakin akan keakuratan secchi disk. Selanjutnya ML&SA membagi laporan kecerahan beberapa danau yang menggunakan secchi disk ke beberapa instansi. Karena akhirnya mereka pun yakin informasi yang diperoleh menggunakan secchi disk selama 26 tahun memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi, sehingga bisa digunakan sebagai informasi bagi instansi yang membutuhkan. Setelah 26 tahun menjadi perdebatan ahli limonolgi akhirnya aecchi disk diakui juga sebagai alat pengukur kecerahan. Secchi disk pun umum digunakan sampai saat ini.
Alasan lain dari lamanya waktu untuk mempublikasikan hasil pengukuran kecerahan perairan di danau yang menggunakan secchi disk juga disebabkan karena informasi yang diperoleh berasal dari relawan (volunteer), sehingga perbandingan pengukuran antara kecerahan danau yang satu dengan danau yang lain dianggap tidak valid. Menurut Dr. Lowell Keup, Physical Science Administrator Criteria and Standards, U.S. Environmental Protection Agency, Michigan State University in 1980,” umumnya penggunaan secchi disk salah, selain itu juga melanggar pengukuran yang telah disarankan oleh para ahli limnologi”.

Mengapa Secchi Disk warnanya hitam putih ?
Piringan secchi. Penamaan untuk menghargai nama penemunya. Lantas mengapa warna yang dipilih Prof Secchi adalah hitam dan putih. sedangkan, di alam begitu banyak jenis warna yang dapat dijumpai. Saat itu tidak ada alasan yang ilmiah perihal pemilihan kedua warna ini. Tapi, mengapa pada secchi disk warna yang digunakan adalah hitam dan putih ?. Menurut ilmu fisika, warna adalah sifat cahaya yang bergantung pada panjang gelombang yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan semua panjang gelombang terlihat putih, benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam. Jadi, hitam dan putih digunakan karena hitam adalah warna yang dapat mewakili warna gelap dan putih mewakili warna cerah.

Dimodifikasi
Di jurusan perikanan universitas hasanuddin makassar, secchi disk dibuat secara mandiri oleh mahasiswa yang sering melakukan praktek lapang mata kuliah kualitas air atapun limnologi. Namun proses membuat bahan menjadi bundar, agak rumit. Sehingga kebanyakan mahasiswa memodifikasi alat ini dengan bentuk persegi. Bahannya pun cukup menggunakan tegel putih untuk bahan lantai rumah. Tegel yang dilubangi ini cukup dicat atau ditempeli dengan stiker berwarna hitam. Jadi namanya pun dirubah. Dari secchi disk menjadi secchi square. Piringan Secchi menjadi secchi persegi. Sebuah inovasi yang Kreatif...!

Read More...

Haemositometer  

Cara menghitung sel menggunakan haemasitometer :
Untuk meghitung kepadatan sel, haemositometer dapat digunakan sebagai alat untuk menghitung (Boney, 1974). Selain itu, ada berbagai macam cara untuk menghitung jumlah sel antara lain, perhitungan dalam cawan (plate count), perhitungan langsung dibawah mikroskop (direct microscopic count), atau perhitungan dengan bantuan alat yang disebut penghitung Coulter (Coulter counter). Pada metode perhitungan langsung dibawah mikroskop, sampel diletakkan di dalam suatu ruang hitung (seperti haemositometer) dan jumlah sel dapat ditentukan langsung dengan bantuan mikroskop (Hadioetomo, 1985).
Pada haemositometer, perbedaan jarak antara bagian yang rendah dengan permukaan gelasnya memiliki kedalaman 0,100 mm. Pada permukaan di bagian yang rendah tersebut terdapat garis-garis yang bersilangan sehingga merupakan kotak-kotak bujur sangkar dengan ukuran 1x1 mm (1 mm2). Masing-masing kotak tersebut terbagi-bagi lagi menjadi kotak-kotak yang lebih kecil. Luas kotakan yang bergaris-garis tadi adalah 1 mm2. Sedangkan tinggi airnya sama dengan kedalaman haemositometer yaitu 0,1 mm. Volume air dalam kotakan adalah 0,1 mm3 atau 0,0001 cm3 atau 0,0001 ml. Jika jumlah plankton yang terdapat di dalam sebuah kotakan N plankton, berarti dalam 0,1 mm3 terdapat N plankton. Dengan demikian, 1 cm3 atau 1 ml air jumlah planktonnya adalah 10.000 x N sel (Mudjiman, A., 2004). Jumlah kotakan dalam haemositometer ada sembilan area, masing-masing berukuran 1 mm2. kotak yang ditengah (kesemua sisinya dibatasi dengan garis ganda) juga berukuran 1 mm2 dan dibagi menjadi 25 kotak besar. Setiap kotak besar ini dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil. Dengan demikian di dalam kotak tengah tersebut seluruhnya terdapat 400 kotak kecil (25 x 16) (Hadioetomo., 1985).
Untuk mengurangi selisih hasil hitung densitas plankton, teknik penghitungan densitas Nannochloropsis sp. dapat dilakukan dengan pengenceran sampel 10-1, yang dikoreksi dengan nilai pendekatan terhadap teknik penghitungan yang standar pada haemacytometer. Teknik ini memiliki kelebihan yaitu lebih mudah, singkat proses perhitungannya dan mendekati hasil hitung dengan teknik standar alat (Suriana dan Junaid, 2006).

Read More...

Praktek Kualitas Air Budidaya Perairan  

Pelaksanaan praktikum kualitas air budidaya perairan akhirnya selesai juga. Kebetulan sebagai asisten saya ditugaskan untuk membantu jalannya pelaksanaan praktek, mulai persiapan hingga pelaksanaan ujian. Jumat, 2 mei semua praktikan berhasil mengikuti ujian untuk mempertanggungjawabkan hasil praktek mereka yang terlaksana kurang lebih satu bulan lamanya. Lelah juga rasanya, mendampingi adik-adik. Beban untuk mentransformasikan pengetahuan begitu terasa saat pelaksanaan praktek. Sebuah amanah untuk “mencerdaskan anak bangsa” akhirnya selesai juga. Meski, pada pertanggungjawabannya, ada juga praktikan yang kurang memahami dan mampu menjawab soal ujian. Tapi semangat dan antusias adik-adik praktikan begitu kuat. Sehingga semua proses yang dijadwalkan, mampu mereka lewati secara keseluruhan. Salut, buat praktikan kualitas air budidaya perairan 2008. semoga pelaksanaan praktek tahun ini bisa memberikan manfaat nyata. Tidak hanya lelah,, tapi juga pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelaksanaan praktek dapat diambil hikmahnya.Proses pendidikan adalah sebuah proses pembelajaran. Segala hal yang dilalui, dirasakan, dan diamati sendiri oleh mata maupun oleh mata orang lain patut untuk diambil hikmah dan pembelajarannya. Sebab setiap evaluasi pelaksanaan kegiatan diharapkan menjadi bahan dan landasan pelaksanaan kegiatan praktikum yang lebih baik untuk ke depannya. Membangun peradaban ilmu dan ilmu untuk kemajuan peradaban manusia. Sebagai asisten saya merasa bertanggung jawab akan apa yang saya sampaikan dan bertanggung jawab terhadap amanah pada pesan yang dititipkan oleh dosen koordinator praktek. Oleh karenanya, saran dan kritik terhadap pelaksanaan pratek kualitas air sangat diharapkan.
Pengetahuan akan bermanfaat jika dalam pelaksanaannya pengetahuan itu bisa digunakan oleh mereka yang telah mendapatkan pengetahuan itu. Dengan selesainya pelaksanaan praktek kualitas air budidaya perairan tahun 2008. Semoga hal-hal teknis hingga pembahasan terperinci dari setiap parameter kualitas air yang disajikan pada praktek kali ini, bisa dipahami dan menjadi modal mahasiswa/praktikan untuk mengembangkan skill dan kemampuan mereka dalam hal pengelolaan kualitas air. Salam..sukses dari saya..!

Read More...