Pesan Buat Generator Akuakultur  

Finding Your Self !

Assalamu alaikum Wr Wb
Salam sejahtera bagi kita semua..

Adik-adikku angkatan 2005, 2006 dan 2007 yang kami cintai...
Hari ini,,,, adik-adik telah melewati sebuah proses pengkaderan. Setelah sebelumnya adik-adik mengikuti Arowana, CME dan diklat keprofesian. Semua itu memang melelahkan. Tapi kesemua proses yang kakak kalian buat itu tidak lain berawal dari sebuah “mimpi”. Mimpi bahwa adik-adik akan menjadi manusia yang seutuhnya. Karena hanya dengan mimpi serta keyakinan bisa membuat manusia berbeda dengan makhluk lain.
Mimpi kami tak lain adalah bagaimana adik-adik bisa berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang punya manfaat bagi orang dan lingkungan di sekitarnya. “Bukan Cuma seonggok daging yang hanya punya nama”. Janganlah adik-adik menjadi orang yang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan.
Sampai detik ini, di tempat ini,... kami selaku kakak-kakakmu pasti punya salah, baik itu disengaja ataupun tidak, kakak-kakakmu memohon maaf. Kemarahan, kejengkelan dan kedengkian kakak-kakak akan tingkah pola adik-adik selama ini sungguh abstrak bila hanya dilihat dari satu sisi. Sebab nyatanya, di hati kami... rasa cinta dan kasih dari lubuk hati kami yang terdalam hanya menginginkan adik-adik menjadi orang yang berguna bagi lembaga, jurusan, bangsa dan dunia tempat adik-adik berpijak. “perfecto presento by aquaculturo”
Di setiap pengkaderan, adik-adik telah diajarkan soft skill sebagai dasar adik-adik menjalani kehidupan adik-adik ke depan. Sebab, mudah mungkin bagi adik-adik untuk menjadi sarjana perikanan, menjadi pengusaha sukses, ataupun nantinya menjadi penentu kebijakan di negeri ini. Tapi sungguh untuk menjadi orang baik itu tidak mudah...(kami kira adik-adik bisa paham maksud “orang baik” disini).
Selanjutnya buat teman-teman dan dosen yang masih bersentuhan dengan mahasiswa Angkatan 2005,2006 dan 2007, kami titipkan adik-adik kami untuk dibina dan dibimbing agar mampu menemukan jati diri sehingga mampu mengembangkan minat dan bakat mereka untuk membangun perikanan. Sebab tak lama lagi sebagian dari kami akan sibuk dengan urusan penelitian untuk segera menyelesaikan tugas utama sebagai seorang mahasiswa alias sarjana. Oleh karena itu bagi adik-adik silahkan berjalan dan berproses sebaik mungkin. Karena sampai disinilah kemampuan kakak-kakakmu untuk membagi/memberikan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Ambil pengetahuan yang baik dan buang yang negatif. Gunakanlah pengetahuan itu sebagai senjata, dan kalau perlu diperbaharui dan ditambah agar pengetahuan adik lebih daripada kakak-kakakmu. Sebab peradaban manusia akan berkembang dan maju jika pengetahuan dan karya generasi sekarang melebihi generasi yang telah ada sebelumnya. Tapi ingat, pengetahuan bukan berarti membuat adik-adik menjadi orang yang sombong. Sebab sekali lagi... tidak mudah menjadi orang baik....
Hari ini matahari bercerita kepada dedaunan taman kampus yang rindang, kepada gedung kampus, juga kepada buku yang dibawa sang dosen, betapa selama ini sang dosen telah menjadikan seseorang bisa berjalan dalam dunia ilmu ke tingkat selanjutnya, membuatkan anak tangga pengetahuan ke setiap anak manusia yang dibimbingnya. Bagaimanapun sang dosen telah berbuat banyak dalam melestarikan ilmu pengetahuan, betapa sang dosen telah banyak menyentuh kehidupan di sekitarnya, dan betapa sedikit manusia yang mengetahuinya dan menghargainya. Untuk itu selain kritis demi perubahan di kampus ini, etika dan penghargaan adik-adik akan dosen tetap dijaga. Karena sedikit banyak, merekalah yang bakal mengantar adik-adik ke dalam dunia ilmu. “Terima kasih dosenku”.
Buat kanda-kanda yang telah meninggalkan kampus ini. Hari ini kader baru perikanan hadir lagi di bumi merah tamalanrea. Terima kasih atas jasa-jasa kanda kepada kami selama ini. Kami selaku kakak-kakanya yang masih hadir di tempat ini, masih yakin bahwa adik-adik kami siap menempuh dan menjalani tugas dan tanggung jawab mereka sebagai mahasiswa perikanan ke depan.
Last but not least.... selamat berjuang adik-adikku... di akhir pengkaderan ini. Kami sangat berharap adik-adik tidak sungkan untuk datang meminta bantuan bila ke depan adik-adik menemui kendala baik dalam akademik, kelembagaan ataupun pekerjaan.

Wassalam...
Salam Mahasiswa
Jayalah Kemapi.....
Jayalah Akuakultur...!

Best Regard
Kanda2mu..S.Pi

Read More...

Fishery Development Study  

MUQADDIMAH

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah perairan 75 % dari luas keseluruhan wilayahnya, menempatkannya pada posisi salah satu negara yang kaya dengan aset alam. Adanya konstribusi potensi perairan dalam memberi nafas perjalanan pembangunan Indonesia sampai saat ini, seyogyanya tidak membuat sektor perikanan menjadi second opinion tetapi justru menjadikannya Top Issue dalam setiap mengawali bahasan tema pembangunan dimana kesejahteraan bangsa sebagai titik akhirnya. Potensi-potensi tersebut ditandai dengan adanya gugusan pulau ( 17.508), panjang garis pantai 81.000 km beserta ribuan organisme yang bernilai ekonomis, ditambah lagi beberapa wilayah yang belum terjamah potensinya.

Besarnya potensi sumberdaya perairan kemudian menjadi ironis bilamana diperhadapkan pada ketidakmampuan mengangkat masyarakat perikanan yang masih kukuh sebagai bagian komunitas masyarakat termiskin, sementara komunitas inilah yang paling dekat dengan sumber vital tersebut. Pola kebijakan beserta perangkat-perangkatnya yang pernah diterapkan telah menjadi ikhtiar dari beberapa fase kepemimpinan bangsa Indonesia dalam menjawab persoalan ini, namun hasilnya belum dirasakan sebagian besar masyarakat pesisir. Tentunya untuk mencapai tujuan pembangunan perikanan meniscayakan pelibatan seluruh elemen bangsa dengan masing-masing fungsi dan peran dalam satu pola pengelolaan perikanan. Perspektif kita tentang kesejahteraan dan suatu pola pengelolaan ideal yang hanya mewakili dari kelompok, status, atau golongan tertentu kemudian dominan melekat pada sebuah kebijakan pembangunan sehingga justru menjauhkan masyarakat itu sendiri dari tujuan pembangunan perikanan.
Mengacu dari permasalahan ini dan dengan tetap berusaha mempertahankan fungsi dan peran mahasiswa, di tingkatan mahasiswa perikanan menganggap perlu menciptakan spirit baru dalam memandang dan mencari beberapa solusi (way out) melalui momen awal dimana ada penyatuan ruang dari peran dan fungsi pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat. Dari sisi internal kemahasiswaan dianggap perlu untuk meningkatkan kapasitas melalui pengetahuan dari institusinya agar lebih Humanis-aplikatif, sehingga langkah kongkrit dari bentuk penyikapan antara realitas masyarakat pesisir dengan kondisi kemahasiswaan adalah dalam bentuk Advance Training dengan analisis berbasis data pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai bagian masyarakat perikanan dengan segala kompleksitas permasalahan yang terjadi didalamnya.

TEMA KEGIATAN
Dengan berpijak pada landasan pikir, maka tema kegiatan ini adalah “Peran Mahasiswa Dalam Pengembangan Perikanan Melalui Penguatan Masyarakat Pesisir dan Pulau – Pulau kecil”

TUJUAN KEGIATAN
 Memilki perangkat analisa yang nantinya mampu mengidentifikasi dan menindaklanjuti masalah masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.
 Mengetahui realitas masyarakat pesisir dan pulau – pulau kecil
 Meningkatkan perangkat analisis mahasiswa terhadap masalah dengan berbasis data
 Meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan mengaktualkannya ke dalam realitas masyarakat pesisir
 Mampu menemukan sinergisitas arah kelembagaan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat pesisir

WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 – 14 mei 2005, bertempat di Field Marine Station Pulau Barrang Lompo.
PESERTA
Adapun peserta dari kegiatan ini adalah Mahasiswa Perikanan se-Indonesia.
ALUR PIKIR KEGIATAN
1. Materi Pengantar
 Tujuan : Memberikan pengetahuan awal kepada peserta seputar masalah perikanan.
 Model : Materi kelas (Ceramah dan diskusi)
 Ruang lingkup :
o Kultur masyarakat Pesisir dan Pulau-pulau kecil.
o Potensi sumberdaya perikanan (Pesisir dan Pulau –pulau kecil).
o Kebijakan pembangunan Perikanan (Pesisir dan Pulau-pulau kecil).
o Pengelolaan sumberdaya perikanan (Pesisir dan Pulau-pulau kecil).
o Peran kelembagaan masyarakat dalam pengembangan perikanan (Pesisir dan Pulau–pulau Kecil)
o Rencana strategi pemerintah dalam pengembangan perikanan
o Sengketa Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PPK)
2. Materi Kapasitas Kader.
 Tujuan : Memberikan perangkat – perangkat analisa bagi peserta dalam membedah persoalan perikanan.
 Model : Materi kelas (Pendekatan Partisipatif).
 Ruang Lingkup :
- Analisis kebijakan public. - Analisis Framing.
- Legal Drafting. - PRA/RRA.
- Analisis Konflik. - MPS (Manajemen Perencanaan Strategis).
3. Riset/penelitian.
 Tujuan : - Pengambilan data
- Mendekatkan mahasiswa perikanan dengan realitas masyarakat pesisir dan pulau – pulau kecil
 Model : Peserta ditempatkan di empat pulau yang berbeda, kemudian mengambil data – data yang diperlukan.
 Ruang lingkup : Mencakup semua materi pengantar serta materi kapasitas.

4. Pembuatan Rumusan.
 Tujuan : Membuat rancangan program solutif yang berbasis data/fakta yang diperoleh melalui pendekatan partisipatif
 Model : - Setiap peserta mempresentasikan data – data yang diperoleh.
- Membuat rumusan bersama melalui pendekatan Partisipatif.

5. Field Trip.
 Tujuan : Menambah wawasan kebaharian dan pengenalan dunia laut.
 Model : Penyelaman, snorkling, Keliling Pulau-Pulau Sengketa.

MATRIKS KEGIATAN
Terlampir (1)

SUMBER PENDANAAN
Dana kegiatan diperoleh dari Konstribusi peserta (Rp. 50.000/orang), sponsor, instansi-instansi serta usaha panitia yang tidak mengikat.

ANGGARAN KEGIATAN
PENUTUP
Demikianlah proposal ini kami buat atas segala partisipasi dan bantuannya kami ucapkan terima kasih, semoga pelatihan ini dapat mendukung pengembangan perikanan ke depannya.

Panitia Pelaksana
STUDY of FISHERY’S DEVELOPMENT (Fides)
Coastal and Isle

Muhammad Yunus
Ketua Panitia
Rhena Amalia K.
Sekretaris

Mengetahui,
BEM Perikanan UH
Periode 2004 -2005


A. Erwin Nurba
Presiden

Read More...

The Best Genetic of Aquaculture 2002 this moment  

Ini dia anak 2002 yang berhasil diyudisium untuk selanjutnya diwisuda bulan Juni 2008. selamat yah bro.. you are "the best genetic of aquaculture for this momment". fish.!!! perfecto presento by aquaculturo...!!!

Read More...

Terima Kasih untuk Skripsi-ku  

Puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas perkenan-Nya jualah, sehingga skripsi sebagai karya ”monumental” dari penulis ini bisa hadir. Sebagai seorang mahasiswa perikanan karya ini tidak hadir dalam sekejap mata. Namun butuh proses panjang. Enam tahun semenjak tahun 2002 penulis menginjakkan kaki di tanah merah program studi budidaya perairan adalah waktu yang tidak singkat bagi penulis . Dan akhirnya penulis memilih judul skripsi ”Penentuan kepadatan sel Nannochloropsis oculata menggunakan indikator monokrom” sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, setelah sekian lama menempuh pendidikan dan menimba ilmu juga pengetahuan di Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin.
Ilmu dan pengetahuan tidak akan penulis peroleh tanpa diridhoi Allah SWT. Untuk itu tidak jemu-jemu penulis panjatkan puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Shalawat dan salam untuk junjungan kita Baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Semoga ilmu dan pengetahuan yang tertulis dalam karya sederhana ini bisa bermanfaat.
Ide skripsi ini lahir dari harapan penulis untuk melahirkan karya bermanfaat bagi kemajuan dunia perikanan dan kebangkitan negeri ini akan lahirnya penelitian yang bermanfaat di tengah masyarakat. Namun keterbatasan dan kelemahan penulis jualah yang menyebabkan tugas akhir ini ”mungkin” jauh dari kesan sempurna ’Anggarda paramitha’. Namun penulis tetap optimis, sekecil apapun informasi yang bisa diberikan dari karya ini, semoga bisa menjadi generator dan magnet untuk dimanfaatkan dalam melahirkan karya yang lebih besar dan bermanfaat di tengah masyarakat.
Usaha dan kerja keras dalam merampungkan karya akhir sebagai seorang mahasiswa ini tidak lahir dari penulis semata. Ada banyak tangan, sumbangan pemikiran dan tenaga yang ikut ambil bagian di dalamnya. Sejak penyusunan hingga rampungnya skripsi ini. Oleh karena itu apresiasi dan ucapan terima kasih wajib penulis ucapkan kepada mereka.
Ucapan terima kasih dan penghargaan penulis sampaikan kepada pembimbing; Ir. Irfan Ambas M.Sc dan Dr. Ir. Elmi N. Zainuddin, DES yang tiada lelah memacu, memotivasi dan membimbing penulis semenjak melakukan penelitian hingga rampungnya penelitian dan skripsi ini. Terima kasih kepada Ibunda Ir. Badraeni MP. yang selalu memberi masukan dan semangat saat penelitian hingga rampungnya skripsi ini. Bimbingannya begitu tulus dan ikhlas. Terima Kasih Bapak Muh. Tauhid Umar yang telah memberikan kursus singkat mengolah data dan membuat grafik di microsoft excel. Semoga ilmu yang diberikan tercatat sebagai amal jariyah, mengalir tiada henti-hentinya di sisi Allah SWT. Terima kasih Ir. Machluddin Amin yang telah membimbing penulis selama meneliti di laboratorium Balai Riset Budidaya Air Payau Maros. Terima kasih atas keramahan dan fasilitas yang telah diberikan kepada penulis selama melakukan penelitian. Terima kasih dan penghargaan kepada Ibu Rifka, Ibu Yeni, dan Irmawaty S.Pi yang telah ikhlas membantu dan mendampingi penulis selama penulis melakukan riset di laboratorium. Hari–hari yang berat saat melaksanakan penelitian menjadi ringan karena uluran tangan mereka. Terima kasih kepada sahabat kecil Ina, Farid dan Ani yang telah membantu saya selama di laboratorium. Terima kasih kepada Satpam BRPBAP Maros yang telah menjaga dan menemani penulis saat harus melakukan pengamatan di malam hari. semoga pangkatnya naik menjadi ’Security’.
Penghargaan yang setinggi-tingginya pula kepada ayahanda Idrus Hammade dan ibunda Mursyida yang telah memberikan do’a dan dukungannya. Terima kasih dan penghargaan yang tiada bertepi kepada orang tua yang telah mengasuh dan membimbing saya sejak kecil hingga mampu menempuh pendidikan di perguruan tinggi; Ibunda Hj. Muhsana dan Ayahanda H. Haseng. Arahan dan dukungan mereka yang ikhlas tanpa pamrih membuat penulis tetap bersemangat menjalani hari-hari selama menjadi mahasiswa.
Dedikasi dan apresiasi kepada segenap sahabat-sahabat terbaik saya, Musakkir mahasiswa fakultas Ilmu Budaya dan Amran ST mahasiswa teknik mesin yang telah membantu mengajarkan saya membuat monokrom. Di tengah kesibukan mereka, selalu saja tersisa waktu untuk diluangkan membantu penulis. Terima kasih Hasan Basri, Imran, Litha dan Ilham atas bantuan printernya.
Kepada segenap ras terbaik dan sahabat seperjuangan penulis yang telah memberikan dorongan dan bantuan kepada penulis untuk segera merampungkan penelitian ini; Saharuddin S.Pi, Fatimah S.Pi, Irmawan S.Pi, Rizal S.Pi, Gangsar Adiputro S.Pi, A. Nur Sariyanti, Amal Aqmal serta segenap generasi terbaik Budidaya Perairan angkatan 2002, 2003, 2004, 2005, 2006 dan 2007 yang tidak sempat penulis sebutkan satu persatu dalam halaman ini, terima kasih atas dukungannya selama ini. Kepada segenap mahasiswa budidaya perairan, Salam ”Perfecto Presento by Aquaculturo”. Apapun, dimana pun dan kapan pun mahasiswa budidaya perairan harus mempersembahkan ‘Presento’ yang terbaik serta sempurna ‘Perfecto’ bagi kemajuan diri, orang lain, institusi ‘Aquaculturo’ dan bangsa ini. Tetap semangat..! dan “Teruslah Berkarya...!”
Semoga Allah yang maha pemurah membalas semua amalan saleh dan kebaikan semuanya. Amin
Penulis,



Muhammad Yunus

Read More...

Yudisium  

Yudisium Sarjana Periode IV FIKP
Suasana ruang siding FIKP hari ini rabu (4/06) kembali diwarnai panorama mahasiswa berbusana hitam putih. Baju kemeja putih bercelana hitam. Kembali, hari ini sekitar 26 mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) bakal dibacakan nilai kelulusannya (yudisium) oleh petinggi fakultas. Acara yang rutin dilaksanakan setiap 4 tahun sekali ini dihadiri oleh segenap pemangku jabatan structural mulai dekan, pembantu dekan, ketua jurusan hingga ketua program studi beserta stafnya. Acara dimulai dengan pembukaan oleh sekertaris dekan Pak safril, setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama mahasiswa yang berhasil lulus untuk mengikuti wisuda periode IV bulan Juni mendatang di Baruga AP Pettarani.
Satu persatu mahasiswa disebut dan dipanggil oleh ketua program studi masing-masing mahasiswa, untuk menerima map batik yang berisikan surat tanda lulus sementara dan berita acara ujian meja. Alhamdulillah, semua lulus. Ya iyalah… pastinya yang mendapat undangan yudisium pastilah lulus. Di yudisium ini predikat kelulusan dan lama studi dibacakan di depan petinggi fakultas dan wali orang tua. Meski saat itu wali orang tua yang hadir cuman satu orang.yakni wakil dari saudari Jumriani, mahasiswa sosial ekonomi perikanan angkatan 2003 yang berhasil lulus dengan predikat cum laude dan IPK 3,62.
Acara berlanjut dengan sambutan dari wali orang tua yang tak lain adalah ayahanda dari Jumriani. Dengan pelan tapi pasti, sambutan dari wali Jumriani berisi harapan kepada anaknya yang cum laude dan terima kasih yang besar buat para dosen yang telah membimbing anaknya di Unhas. Dosen adalah orang tua kedua dari Jumriani ketika membaca naskah sambutannya di atas podium. Dan dia sebagai orang tua berperan mendidik anaknya di rumah. Oleh karenanya ‘terima kasih buat para dosen yang telah menjadi orang tua kedua bagi mahasiswa’, tandasnya.
Setelah wakil dari orang tua mahasiswa, kini wakil dari mahasiswa. Budayanya, mahasiswa berpredikat cum laude lah yang mempunyai kesempatan memberi sambutan. Jadi pada kesempatan ini, Jumriani sebagai satu-satunya mahasiswa yang berpredikat cum laude kembali naik ke podium setelah ayahnya menyampaikan sambutan. “terima kasih atas kesempatan, dan ini adalah kesempatan yang sangat langka karena pertama kali bagi saya untuk berbicara di hadapan para dosen. Sebab biasanya dosen yang selalu berbicara ketika di kelas”, ungkap Jum dengan bangga. Sambutan dari Jum lumayan lama juga… mungkin karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. He he he..! kami 25 mahasiswa yang duduk diam di atas kursi berjubah biru hanya berusaha mendengar sambutan Jumriani. Sebagian sambutan yang sempat saya tangkap adalah, mahasiswa cum laude ini merasa bangga berada di perikanan karena dengan perikanan ”saya bisa menonjol, dan dikenal di Unhas”, tegasnya. Ehm ehm ehm… terkenal sebagai apa yah…??? Meski perikanan adalah pilihan keduanya, sekali lagi dia tetap bangga dengan almamaternya, ungkap Jum. Sebagai anak sulung Jum mengaku harus memberikan teladan dan kebanggaan kepada orang tua dan adik-adiknya yang juga sementara menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dalam sambutannya tidak disebutkan dimana adik-adiknya itu kuliah. Tapi yang pasti dia lagi-lagi bersyukur sebab orang tuanya terus berusaha menyekolahkan dirinya sampai jenjang universitas dan sering merasa was-was ketika masa pembayaran SPP tiba. “Ketika masa pembayaran SPP tiba, saya terkadang sedih dan kaget, darimana lagi orang tua saya akan mendapatkan uang untuk membayar SPP saya”, ungkapnya sedih. Namun, usaha orang tuanya yang tiada putus asa akhirnya Jum yang juga aktivis kampus ini telah berusaha membuktikan kepada orang tuanya bahwa dia akhirnya bisa lulus dengan predikat cum laude. Oh..oh…. Jum…! Sungguh kerja keras orang tuamu tidak sia-sia. Semoga di lain waktu, engkau kembali mempersembahkan yang terbaik bagi mereka.
Setelah sambutan dari Jum usai, saatnya sambutan dari Dekan FIKP, Prof Dr Ir H Sudirman, M.Pi. judulnya; Data sambutan staf Dekan FIKP. Mengapa disebut data? Nampaknya, menurut Prof. Sudi’ karena dalam sambutan kali ini dia akan menampilkan data-data pada sambutannya. Data apa saja itu? Yang pertama adalah data bahwa di Indonesia, hanya 17 % manusia Indonesia yang berumur 18 – 25 tahun yang sempat menikmati namanya jenjang perguruan tinggi. Itulah alasan mengapa mahasiswa disebut sebagai orang penting. Namun, lanjut prof Sudi orang penting saja tidak cukup untuk membangun bangsa ini, dibutuhkan pribadi yang baik (beretika). Sehingga diharapkan luaran wisudawan kali ini juga mencerminkan pribadi-pribadi yang baik. Semoga Pak..!

How About Me ?
Bagaimana dengan saya ?. Iya yah... sedari tadi saya cuman bercerita tentang pelaksanaan yudisium? Perasaan saya saat diyudisium sendiri gimana?. Aduh... saya cukup puas saja saat Muhammad Yunus dinyatakan LULUS dengan IPK 3,15 meski cuman mendapat predikat sangat memuaskan. Selebihnya pelaksanaan yudisium tidak sempat saya nikmati sebab sudah seminggu sampai hari ini saya masih Flu berat kodong.... Dan yudisium hari ini, kampung tengah (perutku) sedang ngambek, hingga harus keluar masuk ruangan untuk sekedar bersin dan masuk buang hajat. Hiks hiks hiks....! setelah itu salam-salaman n foto-foto ma dosen n teman-temanku. Yah narziz lagi deh..!!! oh iya untuk wisuda kali ini di program studi saya, budidaya perairan ada enam orang yang berhasil lulus; yunuz(saya sendiri), akmal,novita rongan,sudariono,hasrul dan yani semuanya memperoleh predikat sangat memuaskan...!!!Alhamdulillah...

Read More...